mungkin benar..saya memang tidak berbakat jadi anak rantau.
sore itu, bahkan mulai pagi, perasaan “itu” menggelayuti sama persis dengan yang saya alami beberapa kali ketika harus balik merantau..berat rasanya tiap kali meninggalkan rumah untuk kembali ke rantauan.
yaah..saya sudah hampir 3,5 thn menjadi anak rantau,kuliah di ujung barat Jawa, ratusan kilometer dari kampung saya Bojonegoro. Namun tetap sama, rasa itu selalu ada di setiap momen “balik”. I think It’s just my feeling„tapi ini sudah keterlaluan sekali. Sempat berpikir, “bagimane klo udah krja dan harus jauh dr kluarga?”, repot juga ya harus nangis di pojokan tiap kangen rumah:(
tidak..ini bukanlah sebuah duka sebenarnya„hanya bagaimana saya memaknainya, simpel sekali seandainya klo saya harus berpikir, d rantau lebih menyenagkan, bertemu teman, bisa jalan2, banyak kesibukan„pikiran itu pasti akan membuat hal ini tidak lg menjadi duka..yap..harusnya saya bisa seperti itu..tapi wajarlah ya klo saya merasakan ini, adakah yg lebih parah dr saya (?):)
merantau untuk mencari ilmu, insyaAllah dengan niat seperti itu semua jadi lebih menyenangkan..pasti suatu saat akan merasakan kalau merantau akan menyenangkan..”merantau” ke tanah suci dg Bapak, Ibu dan Adek (amiin).. atau merantau bersama suami dan anak2 saya ke luar negeri utk melanjutkan studi:p (amiiiiiiiiin)
semua akan menyenangkan pada waktu yang seharusnya, Allah lebih tau itu:)
Doa dan sayang dari Bapak dan Ibu d rumah, BIsmillah..semoga kali ini duka itu tidak berlangsung lama„cukuplah satu dua hari sesuai dengan kewajarannya..amiin:)
Kampung Sawah,10 Februari 2012 14:51


